Kecerdasan artifisial telah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa dalam mencari informasi, menyusun argumen, hingga mengembangkan karya akademik. Kondisi ini menuntut perguruan tinggi untuk meninjau kembali praktik asesmen agar tetap relevan, autentik, dan mampu mengukur capaian pembelajaran secara bermakna. Simak ulasan selengkapnya dalam newsletter DKIA UGM bertema “Inovasi Asesmen Pendidikan Tinggi di Era Kecerdasan Artifisial”.
Newsletter
Sebagai bagian dari inisiasi pengembangan model pembelajaran daring berbasis microcredenal, Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan uji coba pembelajaran daring berbasis self-paced microcredenal. Modul Migasi dan Adaptasi Perubahan Iklim merupakan bagian dari mata kuliah Klimatologi dan Perubahan Iklim di Fakultas Kehutanan UGM dipilih sebagai pilot project, disajikan melalui plaorm eLOK UGM, dengan pendekatan selfpaced learning yang mandiri, fleksibel, berbasis video modular, bahan bacaan dan evaluasi mandiri.
Pendidikan gi saat ini dituntut untuk menghadirkan pembelajaran dengan pendekatan lintas disiplin untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Pembelajaran lintas disiplin memungkinkan lahirnya inovasi baru dan ide segar dengan menggabungkan berbagai bidang ilmu, sehingga lulusan dapat lebih kompef secara global. Reorientasi kurikulum dengan pendekatan lintas disiplin perlu dilakukan agar perguruan nggi mampu mengiku perkembangan teknologi dan melahirkan inovasi dari para lulusan. Sejalan dengan itu, konsep mikro kredensial muncul sebagai inovasi pendidikan yang mendukung lintas disiplin dan pembelajaran sepanjang hayat.