Yogyakarta – Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Clean Air Asia Indonesia serta Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) menyelenggarakan seminar bertajuk “Exploring Science-Based Approaches to Air Quality Management and Clean Urban Development” pada Rabu, 11 Februari 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Acara ini menjadi ruang dialog kolaboratif antara akademisi dan praktisi dalam mendorong pengelolaan kualitas udara yang mengintegrasikan inovasi teknologi, kebijakan berbasis data, dan penataan infrastruktur kampus yang sehat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Agr. Sc. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Direktur Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik UGM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa isu kualitas udara dan pembangunan kota berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis sains yang kuat serta kolaborasi lintas sektor. Ia juga menekankan peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi dalam merespons tantangan perubahan iklim dan polusi udara.
Turut memberikan sambutan, Ririn Radiawati Kusuma, Direktur Clean Air Asia Indonesia, yang menyoroti isu polusi udara bukan hanya isu lingkungan, melainkan juga bersinggungan erat dengan isu kesehatan, ekonomi, dan tata kelola perkotaan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat tata kelola kualitas udara perkotaan. Ririn menyampaikan bahwa Clean Air Asia selama ini bekerja mendampingi pemerintah nasional dan daerah melalui penyusunan Clean Air Action Plan, penguatan kebijakan berbasis data, serta peningkatan kapasitas institusi dalam pengelolaan kualitas udara. Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UGM dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pengetahuan dan keterlibatan generasi muda dalam isu udara bersih.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber ahli, di antaranya Ratih Fitria Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala Subdirektorat Publikasi Ilmiah Direktorat penelitian mewakili Direktur Direktorat Penelitian UGM, yang memaparkan strategi penelitian UGM dalam mendukung target net zero emission dan pengendalian polusi udara. Ir. Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D., Ketua Kelompok Kerja Sustainability UGM, menjelaskan tata ruang dan kebijakan kampus dalam mendukung lingkungan yang bersih dan sehat. Sementara itu, Azka Ghaida, S.Si., M.T. dari Clean Air Asia Indonesia membahas manajemen dan pengelolaan kualitas udara serta implementasinya dalam konteks perkotaan.
Diskusi dan tanya jawab berlangsung ramai dan hangat dengan banyaknya pertanyaan dari mahasiswa. Dari pertanyaan yang diajukan, terlihat bahwa para mahasiswa memiliki ketertarikan untuk mendalami dan memahami isu mengenai kontrol polusi udara. Salah satu mahasiswa menyoroti pentingnya kontribusi semua pihak, dan bukan hanya Kementerian Lingkungan Hidup atau pejabat berwenang untuk semakin peduli dengan isu ini. Diperlukan upaya bersama agar isu polusi udara dapat lebih dikenal luas dan selanjutnya ditangani hingga selesai. Senada dengan hal itu, Ririn menyampaikan bahwa salah satu tujuan CAA melakukan sharing session di UGM adalah untuk mengenalkan dan memantik rasa peduli mahasiswa terhadap isu polusi udara. Clean Air Asia mengharapkan sharing session ini menjadi titik awal kolaborasi riset, pertukaran gagasan, serta peluang keterlibatan mahasiswa melalui penelitian, magang, dan pengembangan karier di bidang pengelolaan kualitas udara.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UGM menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang berperan aktif dalam transformasi pembangunan berkelanjutan, tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui implementasi kebijakan nyata di ruang hidup kampus dan kota. UGM secara konsisten mengembangkan model kampus sehat dan berkelanjutan melalui integrasi transportasi ramah lingkungan, pengelolaan lingkungan berbasis teknologi, serta pembangunan infrastruktur inklusif yang berpihak pada seluruh warga kampus. Pendekatan ini menempatkan kampus sebagai living laboratory bagi pengembangan kebijakan publik, inovasi tata ruang, dan penguatan kesehatan masyarakat berbasis sains.
Sebagai kegiatan yang terbuka, seminar ini menjadi bagian dari komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui kegiatan ini, UGM berharap terbangun kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin, serta lahirnya gagasan strategis yang dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan pengelolaan kualitas udara, pembangunan kota sehat, dan ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.