Yogyakarta, 15 April 2026 – Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Kredensial Mikro secara daring pada Rabu (15/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Bantuan Pendanaan Pengembangan Kredensial Mikro Tahun Anggaran 2026 yang bertujuan memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan pembelajaran digital yang inovatif, sekaligus memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas sebagaimana sejalan dengan komitmen pencapaian SDG 4 (Quality Education).
Kegiatan dibuka oleh Direktur DKIA UGM, Dr. Agr. Sc. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kredensial mikro sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. “Kredensial mikro tidak hanya menjadi sarana pembelajaran tambahan, tetapi juga menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, kualitas konten dan relevansinya harus menjadi perhatian utama,” ujarnya, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat.
Pada sesi pertama, Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc menyampaikan materi yang difokuskan pada skema bantuan pendanaan untuk pengembangan kredensial mikro berbasis mata kuliah dan mata kuliah berbahasa Inggris. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya perancangan capaian pembelajaran yang terukur, pengemasan materi yang sistematis, serta relevansi konten dengan kebutuhan pembelajaran di tingkat global. Upaya ini turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing internasional.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Manager UGM Online, Harry Freitag LM, S.Gz., Dietisien, M.Sc., PhD., yang membahas skema pengembangan kredensial mikro berbasis kompetensi dan keterampilan (skills). Skema ini membuka peluang tidak hanya bagi dosen, tetapi juga tenaga kependidikan untuk berkontribusi dalam pengembangan konten pembelajaran yang aplikatif. Dalam sesi ini, Harry menjelaskan aspek teknis implementasi di platform UGM Online, mulai dari proses pengembangan dan pengunggahan modul, standar konten digital, hingga strategi distribusi agar materi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pendekatan ini sekaligus mendukung penguatan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga pendampingan teknis dalam menyusun modul kredensial mikro yang sistematis dan aplikatif. Bimtek ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pembelajaran digital yang berkualitas, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas peran di lingkungan UGM dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan berdampak.