
Sebanyak delapan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Fakultas Biologi, Psikologi, Teknik, MIPA, Filsafat, FEB, Hukum, dan FKKMK berpartisipasi dalam kegiatan bergengsi bertajuk 2025 Sookmyung UNESCO UNITWIN Advanced Workshop yang diselenggarakan di Sookmyung Women’s University, Seoul, Korea Selatan, pada 10–14 November 2025.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis antara Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik (DKIA) UGM dan Asia Pacific Women’s Information Network Center (APWINC), Sookmyung Women’s University, yang telah berlangsung selama lebih dari lima tahun. Program ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea dan UNESCO, dengan fokus utama pada pemberdayaan perempuan melalui pendidikan digital dan kewirausahaan.
Sebelumnya, para peserta mengikuti pelatihan daring bertema Women in Digital and Entrepreneurship Training (WiDE) yang berlangsung pada 24 Juni hingga 7 Juli 2025. Pelatihan ini menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) yang mendorong peserta untuk menyelesaikan tantangan nyata melalui kerja tim dan inovasi.
Dua kelompok terbaik dari pelatihan WiDE masing-masing terdiri dari 4 mahasiswa dari bidang Digital dan Entrepreneurship terpilih untuk mewakili UGM dalam Advanced Workshop di Seoul. Mereka bergabung dengan peserta dari enam universitas mitra lainnya yaitu National University of Laos (NUoL), Souphanouvong University (SU), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Quy Nhon University (QNU), Vietnam dan Royal University of Phnom Penh (RUPP), Kamboja.
Total peserta mencapai 55 trainees dan didampingi oleh 7 staf universitas, serta 6 peneliti APWINC dan mahasiswa dari Sookmyung Women’s University. Advanced Workshop ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas budaya dan institusi melalui pembelajaran berbasis proyek tim, sekaligus memperkuat jejaring antaruniversitas mitra di kawasan Asia Pasifik.
Pelatihan Digital berfokus pada peningkatan keterampilan praktis dalam visualisasi dan analisis data menggunakan Python, serta penguatan kompetensi teknologi digital melalui pendidikan dasar dan terapan. Peserta pelatihan Entrepreneurship mendapatkan pelatihan intensif dalam pengembangan prototipe produk (Minimum Viable Product/MVP) dengan pendekatan desain berbasis UX/UI tools. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga wadah untuk membangun solidaritas dan semangat pemberdayaan perempuan di kawasan Asia Pasifik. Mahasiswi UGM menunjukkan semangat kolaboratif dan inovatif dalam menyelesaikan proyek-proyek lintas disiplin bersama rekan-rekan dari Laos, Vietnam, Kamboja, dan Korea Selatan.
Melalui pengalaman ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di bidang digital dan kewirausahaan, serta membawa semangat pemberdayaan perempuan ke komunitas masing-masing.